get this widget here
Selamat Membaca -
Sasuke's Mangekyō Sharingan

Sabtu, 27 Juni 2015

CURAHAN HATI

Pertanyaan ini selalu membayangiku setiap malam. Aku yang sudah kelas 3 SMA di Sekolah Negeri di Surabaya ini bingung untuk ambil keputusan mau kemana setelah lulus nanti? Selalu bertentangan dengan kemauan orang tua yang menyuruh mengambil jalan yang bukan keinginanku. Tanpa disadari lambat laun UNAS sudah hampir datang, aku juga semakin bingung.
Di sisi lain aku juga ingin menjadi orang yang sukses dan bisa buat orang tua ku senang. Aku ingin membalik keadaan ini supaya menjadi lebih baik. Posisi ku yang berada di bawah karena orang tua ku mendapat masalah keuangan jadi aku harus bisa membuat semua itu berubah. Apalagi aku hanya anak yatim, ibu berjuang sendirian demi aku menjadi orang yang sukses. Ibu ku dulu bekerja di suatu bank swasta di Surabaya, tapi karena ada suatu masalah yang membuatnya tidak bisa melanjutkan jadi dia harus pindah ke Jakarta. Di Jakarta ibu ku hanya bekerja sebagai pegawai freelance saja, jadi kalau dia ngga kerja juga ngga masalah. Tapi darimana dia dapat uang untuk membiayai kehidupan ku sehari-hari? Ibu juga sudah mulai sakit-sakitan. Pikiran ku hanya bagaimana aku bisa membahagiakan ibu ku, dan menarik kembali ibu ku ke Surabaya. Hidup di rumah hasil jerih payah ku sendiri, dan membuat ibu bangga karena usahanya selama ini ngga sia-sia udah mencari uang untuk ku.
Tapi aku ingat kalau aku ini hanya manusia biasa dan hanya mempunyai 2 tangan, jadi ngga mungkin masalah semua aku selesaikan dengan waktu yang bersamaan. Aku harus menyelesaikan satu per satu masalahku. Mungkin yang akan aku selesaikan dulu adalah masalah menghadapi UNAS nanti. Ingat dalam sebuah perkataan yang diajarkan oleh seorang guru ilmu bela diri "Jika kamu dihadang oleh beberapa orang yang ingin menggangumu maka hadapilah satu per satu orang itu dan cari mana yang menjadi pusat kelemahannya, jangan kamu langsung hajar semua orang itu karena malah kamu sendiri yang akan babak belur". Dari kata-kata ini aku memiliki kesimpulan dimana jika kita punya masalah itu harus dihadapi satu per satu, bukan malah diselesaikan semua pada hari, jam, menit, detik itu juga. Karena apa? Karena kita ngga mungkin bisa menyelesaikan masalah itu dengan cara yang bersamaan.
Jadi, aku harus menyelesaikan masalah ini dengan sendiri dan mandiri. Harus bisa merubah nasib dan membuat orang tua bahagia. Salah satu usahanya aku hanya bisa berusaha dan berdoa agar jalan ku bisa diberi kemudahan. Tapi sekarang serba bermasalah dengan ekonomi ku, aku yang hanya murid SMA pasti hanya punya uang di dompet juga pas-pas an. Aku ingin ikut bimbingan untuk menambah ilmu saja masih berpikir dua kali. Kalau aku memakai uang untuk ikut bimbingan ku lantas dengan uang apa aku bisa kuliah? Hanya itu pilihan yang diberikan ibu ku kepada ku.
Masalah ku juga bukan itu saja. Aku yang disuruh ibu untuk kerja dulu untuk mencari uang untuk kuliah di universitas swasta, tapi aku ingin sekali kuliah di universitas negeri yang ada di Surabaya. Tapi mungkin sekali lagi ekonomi mungkin yang membatasi jadi harus berpikir untuk ke dua kalinya kalau ingin masuk universitas negeri. Tapi aku tetap akan berusaha untuk berjuang masuk universitas negeri dengan semua kemampuanku. Aku akan berusaha menggapai cita-citaku yang setinggi langit itu. Walaupun sepertinya mustahil tapi apa salahnya kalau kita berusaha dengan keras untuk menggapai cita-cita itu. Mungkin saja Tuhan akan memberikan jalan terbaik untuk kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar